085286113196
sman1lempuingjaya@gmail.com
Jl Lintas Timur Km. 127 Desa Lubuk Seberuk Kec. Lempuing Jaya
blog-img
12/02/2026

Unsur Intrinsik Cerita Pendek

Deni Widi Arianto | Pendidikan

Memahami esensi sebuah cerita melalui komponen fundamental yang membentuk narasi.
PONDASI CERITA
1. Tema
a. Tema Pokok: Ide utama atau gagasan dasar yang menjadi inti dari keseluruhan cerita, seringkali merefleksikan nilai-nilai universal atau pertanyaan eksistensial. Ini adalah pesan sentral yang ingin disampaikan penulis.
b. Tema Tambahan: Gagasan-gagasan sampingan atau sub-tema yang mendukung dan memperkaya tema pokok, menambahkan kedalaman dan kompleksitas pada narasi. Tema tambahan dapat berupa konflik kecil atau pesan sekunder.


2. Tokoh dan Penokohan
Tokoh: Individu atau entitas yang berperan dalam cerita.
Tokoh Utama: Pusat perhatian cerita, mengalami konflik utama dan perkembangan karakter signifikan.
Tokoh Pendukung: Mendukung tokoh utama dan membantu mengembangkan plot, tanpa menjadi fokus utama.
Penokohan: Cara penulis menghidupkan karakter.
a. Tokoh Protagonis: Karakter utama yang memiliki sifat-sifat baik atau heroik, seringkali menjadi panutan pembaca.
b. Tokoh Antagonis: Karakter yang menjadi lawan atau penghalang bagi tokoh protagonis, biasanya memiliki sifat-sifat negatif.
c. Tokoh Campuran: Karakter yang memiliki kombinasi sifat baik dan buruk, membuatnya terasa lebih realistis dan kompleks.


3. Sudut Pandang Pencerita
Posisi narator dalam menyampaikan cerita, memengaruhi bagaimana informasi disajikan kepada pembaca.
a. Sudut Pandang Orang Pertama atau Akuan: Narator adalah salah satu karakter dalam cerita, menggunakan kata ganti "aku" atau "saya", dan hanya mengetahui apa yang ia alami atau saksikan.
b. Sudut Pandang Orang Ketiga atau Diaan: Narator berada di luar cerita, menggunakan kata ganti "dia", "mereka", atau nama karakter. Narator bisa mahatahu (mengetahui segalanya) atau terbatas (hanya fokus pada satu karakter).


4. Alur
Struktur rangkaian peristiwa yang membentuk cerita, dari awal hingga akhir, menciptakan dinamika narasi.
a. Alur Maju: Berurutan kronologis.
b. Alur Mundur: Kilas balik ke masa lalu.
c. Alur Campuran: Kombinasi keduanya.


5. Latar
Unsur yang menggambarkan di mana, kapan, dan dalam suasana seperti apa cerita itu berlangsung, memberikan konteks yang kuat bagi pembaca.
a. Latar Tempat: Lokasi spesifik atau umum di mana peristiwa cerita terjadi, seperti kota, desa, rumah, atau hutan. Latar tempat dapat memengaruhi tindakan karakter dan atmosfer cerita.
b. Latar Waktu: Periode waktu terjadinya cerita, bisa berupa jam, hari, musim, tahun, atau era sejarah tertentu. Latar waktu memberikan dimensi historis dan kronologis pada narasi.
c. Latar Suasana: Kondisi emosional atau atmosfer yang dibangun dalam cerita, seperti tegang, romantis, misterius, atau sedih. Latar suasana menciptakan dampak psikologis pada pembaca.


5. Gaya Bahasa
Cara penulis menggunakan bahasa untuk menciptakan efek estetika dan menyampaikan makna. Pemilihan kata, struktur kalimat, dan penggunaan majas membentuk karakter unik sebuah tulisan. Gaya bahasa yang efektif dapat memperkuat karakterisasi, memperdalam tema, dan meningkatkan keterlibatan emosional pembaca.


6. Amanat
Pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca melalui cerita. Amanat seringkali tersirat dan membutuhkan interpretasi dari pembaca.
a. Dapat berupa ajaran moral, kritik sosial, atau refleksi filosofis.
b. Tidak selalu disampaikan secara langsung, melainkan melalui tindakan karakter, konflik, dan resolusi cerita.
c. Mendorong pembaca untuk merenungkan makna lebih dalam dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata.
 

Populer






chart_icon

2 Guru

chart_icon

11 Prestasi

chart_icon

12 Download

chart_icon

592043 Pengunjung

Sosial Media

Hubungi Kami

Alamat:
Jl Lintas Timur Km. 127 Desa Lubuk Seberuk Kec. Lempuing Jaya Kab. Ogan Komering Ilir , 30657

Email :
widiarianto2012@gmail.com
syamsulhidayat87@gmail.com

Telp :
085286113196

2026 © copyright_DeniWidiArianto